Tulisan ini lama tersimpan sebagai draft, mestinya kuselesaikan beberapa hari setelah lebaran kemarin. Baik. Jawabannya adalah melegakan sekaligus melelahkan. Mestinya keputusan ini kulakukan beberapa bulan sejak meninggalkan pengajian saat mahasiswa baru, tapi waktu itu saya terlalu penakut. Saya selalu khawatir terhadap apa yang orang lain pikirkan mengenai saya. Siapa yang ingin dianggap buruk? Saya tidak ingin, saat itu. Melegakan karena akhirnya saya berani melawan ketakutan-ketakutan itu. Saya berusaha tidak peduli apapun yang orang lain pikirkan tentang saya. Intinya saya hanya ingin mengurangi kamuflase dalam menjalani kehidupanku. Saya memiliki kehendak bebas. Dan persoalan agama? Saya sangat ingin jujur bahwa seandainya saya tidak berada di negara yang mewajibkan memeluk satu agama, saya ingin memilih tidak beragama. Kenapa? Karena pada akhirnya saya menyadari bahwa agama adalah salah satu tatanan khayalan yang bertujuan untuk melanggengkan suatu kekuasaan imp...
"everything is connected to everything else"