Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Mixtape "Your Sister Just Wanna Have Fun"

Halo, sebagai pengantar saja, tulisan ini kubuat sebagai lampiran dari mixtape yang kususun. Kupikir selain menikmati lagunya, membaca lirik selalu sama pentingnya. Sebenarnya ini hanya proyek suka-suka dalam bentuk zine, tapi saya juga ingin membagikannya di sini. Lagu-lagu ini sering kuputar, sembari membaca buku-buku tentang feminisme, semacam pemberi semangat saat saya mulai malas belajar. Saya ingin terlibat dalam mewujudkan kesetaraan, saya ingin melihat semua perempuan merasa aman dan nyaman melakukan apapun yang ia senangi, makanya saya tidak ingin berhenti belajar, sebab kupikir semua harus dimulai dari mengedukasi diri sendiri. Saya pernah menulis tentang hal ini di sini.
Saya juga masih sedih sih beberapa gigs musik masih ada saja yang membuat cewek-cewek tidak nyaman karena ada oknum yang dengan sengaja menyentuh bagian tubuh perempuan tanpa seizinnya.


Terus tambah sedih juga sama orang yang beranggapan “Salah sendiri, kenapa masih mau ke gigs? Itu resiko pasti disentuh!” 
Postingan terbaru

Bukan Tentang Rina Nose Yang Memutuskan Melepas Hijab

Saya menulis catatan ini setelah lama berpikir mengenai komentar mama dan tanteku di facebook kemarin sore atas tulisan Lailatul Fitriyah yang saya share. Keduanya berkomentar bahwa mereka tidak paham apa yang dituliskan Laila, bahasanya tingkat tinggi. Tulisan itu berjudul : Obsesi Terhadap Hijab adalah Produk Westernisasi.
Dalam keluarga, saya adalah cucu pertama yang berkuliah di kota Makassar, saya baru menyadari percuma jika saya merasa terdukasi dengan cukup baik namun tidak bisa menyampaikan apa yang saya dapatkan kepada keluarga saya.
Well, setelah memutuskan untuk membuka jilbab, dengan pertimbangan selama beberapa tahun, saya pikir dengan alasan “Ini hak saya, dosa dan amal adalah urusan saya dengan Tuhan” sudah cukup untuk menjawab pertanyaan orang-orang di sekelilingku terutama keluarga. Saya juga sudah pernah menuliskan ceritanya di sini. Tapi ternyata tidak. Mereka masih bertanya-tanya, mulai berasumsi macam-macam, ada yang bilang saya terlalu stress.
Mungkin ada benar…

Tentang Frasa Drop the Bass Line dan nostalgia EDM

Saat saya berulang tahun kemarin, diantara semua ucapan selamat, Sami yang paling berkesan menurutku. Dia bilang begini: “Selamat Ultah Mba Eka, Jaya Selalu, Drop the Bass Line Selalu” Lalu dilanjutkan dengan obrolan panjang kami tentang musik dub, seperti biasa.

Oke. Tidak ada bahagia selalu, sehat selalu. Yang ada malah ketemu sama "Jalasveva Jayadub" yang membuat mood ku sangat ceria seharian kemarin :D

Well, saya memang tidak begitu lama mengenal Sami, baru beberapa minggu terakhir sejak diperkenalkan oleh Dindie. Tapi saya sudah tahu Roadblock DubCollective sejak beberapa tahun lalu dan Sami adalah bagian dari itu.

Saya sering mendengar istilah “Drop the Bass” dan sering menemukannya menjadi meme yang beredar di dunia maya. Saya pernah mencari tahu tentang asal-usul istilah ini dan beruntung ada banyak artikel yang membahasnya. Bahwa "Drop the Bass" menjadi slogan yang terkait dengan penurunan, atau titik klimaks pada trek musik elektronik yang ditandai dengan i…