Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tentang Buku

Pilihan Mengurangi Makan Produk Hewan Sama Seperti Pilihan Mengurangi G* Sintetis Karena G* Asli Memang Lebih Enak!

( Untuk Pena Hitam Fanzine Edisi 7 ) Tulisan ini bukan untuk menganjurkan kamu menjadi vegetarian. Percayalah!   Cerita ini dimulai dari saat saya berangkat ke kota dari desa tanah kelahiran dengan sedikit pertanyaan yang sering membuat saya marah tapi entah pada siapa, pertanyaan itu seperti: kenapa saya tidak boleh nongkrong dengan teman-teman lelaki di malam hari? Kenapa saya tidak boleh begadang? Hal-hal sederhana. Meski hidup di desa, saya dibesarkan dengan cara modern dan alhasil saya tumbuh menjadi generasi yang malas, suka mencari-cari alasan dan pembenaran, mau serba praktis, tidak suka bekerja secara kolektif (waktu remaja saya paling tidak suka jika diminta ke tetangga yang akan menikah dan membantu masak-masak), dan narsis: generasi millenial. Saya tidak menyangkal itu tapi untuk mencari jawaban atas pertanyaan, saya berusaha untuk tidak malas. Tiba di kota, bukannya langsung menemukan jawaban, yang ada kemarahan saya semakin menjadi-jadi karena ...

Nakal Boleh, Bodoh Jangan! (5 buku yang paling kurekomendasikan untuk dibaca)

(Kamu hanya butuh waktu membaca tulisan ini sekitar 3,7 menit jika kecepatan membacamu 300 kata per menit) “everything is connected to everything else” -Kalimat di ujung video klip Failed Imaginer-nya Propagandhi- Pernah tidak kamu berpikir seperti “ah kok karya-karya generasi sebelum saya keren-keren semua?” Entah itu saat mendengar musik, menonton film, melihat karya seni, atau membaca karya sastra. Beberapa tahun lalu saya selalu memikirkan itu. Merasa kesal sendiri karena rasanya tidak ada sisa untuk generasi belakangan seperti saya untuk membuat sesuatu yang baru, pokoknya semua yang keren-keren di dunia ini sudah pernah diciptakan! Kita hanya kebagian sesuatu bernama daur ulang pikirku saat itu. Hal itu membuat saya selalu bertanya-tanya, kalau begitu sebaiknya apa yang harus kuperbuat? Jawaban utama yang kutemukan adalah : membaca berbagai hal dan berdiskusi sesering mungkin. Namun apa yang harus saya baca? Jujur meski 10 tahun bekerja sebagai pustakawan, se...

Tentang Dawai Dawai Frankie Presto dan Jazz Untuk Mereka Yang Berusia 40 Tahun

OMG Chriss Cornell dikabarkan meninggal dan nyaris semua teman-temanku yang usianya jauh di atasku, memposting fotonya dengan ungkapan bela sungkawa. Di grup pertemananku-pun membicarakannya, kenapa ia sampai meninggal dan lain-lain. Saya sedikit menoleh, mencari tahu sebentar sambil berpikir “kenapa sampai saya tak kenal orang ini?” Tapi saya menghibur diri dengan berpikir mungkin saat itu saya masih kecil, toko kaset di pasar kampungku hanya menjual rilisan fisik Rhoma Irama itupun bajakan, tak ada nama Chriss Cornell. Selang beberapa hari saya membeli buku Pop Kosong Berbunyi Nyaring katya Taufiq Rahman. Sebenarnya beberapa tahun terakhir saya sendiri memutuskan untuk menahan diri tidak membeli buku lagi, karena nyaris semua buku yang ingin kubaca sudah ada di beberapa perpustakaan tempat saya berkegiatan. Dan sepertinya tidak pernah cukup waktu untuk membaca semua buku yang ingin kubaca karena selalu saja ada yang membuat saya kembali bertanya-tanya, lalu berujung mencari buku...

Tentang Buku Sihir Perempuan

Saya tidak menyukai segala sesuatu yang berbau horor. Awalnya karena alasan takut. Terakhir saya membaca novel horor/misteri saat SMA. Itupun karena tidak ada pilihan lain. Di kampung saya saat itu toko buku hanya ada 1 yang menjual novel, itu pun hanya dua jenis novel : horor/misteri atau roman "porno". Ketika membaca novel horor saya selalu membayangkannya sebelum tidur, berandai-andai sampai susah tidur, diakhiri dengan mimpi buruk. Namun kemudian saya menyadari, ketakutan itu hanya rekayasa. Suatu hari akhirnya saya memberanikan diri membaca Kumpulan Budak Setan. Hanya karena ada nama Eka Kurniawan. Saya selalu merasa beruntung saat maba kami disambut dengan prosesi penerimaan mahasiswa baru oleh senior yang menghadirkan Eka Kurniawan beserta istrinya sebagai pembicara diskusi. Dari situ saya senang membaca karya-karyanya. Dari Kumpulan Budak Setan-lah, saya kemudian jatuh cinta pada karya-karya Intan Paramadhita . Dan ketagihan ingin terus membaca tuli...

Tentang Buku Dinamika Kelas Dalam Perubahan Agraria

Saya tidak begitu mengerti penyebab kesengsaraan yang selalu dikeluhkan banyak petani dalam berbagai aspek. Sampai suatu hari saya membaca buku berjudul Dinamika Kelas Dalam Perubahan Agraria. Buku yang ditulis oleh Henry Bernstein ini benar-benar membuka  pikiranku pada banyak hal mengenai isu-isu pertanian.                 Henry menyambut pembaca dengan penjelasan sejarah panjang perubahan agraria. Untuk memahami perubahan agraria dalam dunia modern, analisisnya berpusat pada kapitalisme serta perkembangannya. Kapitalisme yang ia maksud adalah sistem produksi dan reproduksi yang didasarkan pada relasi sosial antara kapital dan buruh. Apa yang dialami oleh para petani saat ini tentu tidak terjadi begitu saja. Asal mula ekonomi pangan global kontemporer bisa ditelusuri dari serangkaian perubahan revolusioner yang terjadi selama sekian milenium, sekian abad, dan sekarang terhenti dalam hitungan de...

Ulasan Buku Hiroshima

Selanjutnya di blog ini, saya ingin mulai menulis review buku dan film. Ini review buku yang pernah kubuat di tahun 2008 lalu saat sedang mengikuti kelas menulis dan kuposting di blog lama. Tentu saja setelah membaca ulang lagi review buku ini, saya merasa ada beberapa hal yang tidak lagi sejalan dengan yang kupikirkan dulu, perubahan. Tapi sudahlah... Saya hanya ingin bermain-main dengan kenangan atas diri saya melalui semua yang pernah kutulis. ;) Setelah tiga hari, akhirnya buku ini kelar kubaca. Buku John Hersey, Hiroshima. Ini prestasi tertinggi yang kucapai membaca buku non-fiksi. Seandainya bukan tugas dari Kak Dandy, saya yakin buku ini masih berada dalam deretan buku yang kutunda untuk dibaca. Kebiasaanku akhir-akhir ini, menunda, menunggu waktu yang tepat untuk menyeleasikan bacaaan. Tanpa mencari kapan waktu tepat itu hadir. :( Hiroshima adalah buku yang ditulis dalam bentuk jurnalisme sastrawi. Saya sadar, terlambat membaca buku ini. Hiroshima sendiri sebelum dibukukan...